Chou Seunghyun alias T.O.P akhirnya melakukan wawancara bersama media lagi setelah 11 tahun. Aktor sekaligus mantan anggota BIGBANG ini mengungkapkan banyak hal, termasuk proses casting Squid Game 2 hingga hubungannya dengan para member grup yang membesarkan namanya tersebut.
"Karena ini adalah wawancara pertama saya dalam 11 tahun, saya banyak berpikir untuk mencari waktu yang tepat dan mendekatinya dengan hati-hati dan berat. Saya ingin berbicara dengan jujur, tetapi saya tidak ingin mengaburkan wawancara aktor lain atau membawa kerugian bagi proyek ini," ujarnya, dikutip dari Korea JoongAng Daily.
Penasaran seperti apa kisah yang diungkapkan oleh T.O.P kali ini? Simak rangkuman wawancaranya yang Popbela kutip dari berbagai media.
Cerita di balik casting 'Squid Game 2'
T.O.P mengungkap sebuah rumah produksi menawarinya untuk ikut casting Squid Game 2. Ia awalnya sempat ragu karena karakter Thanos mengharuskan dirinya menghadapi sisi gelap masa lalunya. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk tetap mengambil tawaran tersebut.
"Karakter tersebut mengharuskan saya untuk menghadapi kesalahan masa lalu dan sejarah memalukan saya. Dalam beberapa hal, rasanya karakter tersebut dapat memperkuat citra negatif saya, yang membuat saya khawatir dan bingung. Pada saat yang sama, saya merasakan takdir dengan karakter ini. Jadi, saya membuat rekaman audisi dan mengirimkannya ke sutradara. Kami bertemu untuk dua kali pembacaan naskah dan mengadakan pertemuan lain untuk mendesain karakter tersebut. Setelah itu, saya merekam rekaman audisi lain, mengirimkannya, dan casting saya dikonfirmasi," ungkapnya kepada SisaWeek.
Di sisi lain, beredar rumor bahwa dirinya direkomendasikan oleh Lee Jung Jae dan Lee Byung Hun untuk mengikuti casting Squid Game 2. T.O.P langsung membantahnya dan meminta maaf karena telah menyeret nama kedua aktor yang menjadi pemeran utama dalam serial ini.
"Sangat disesalkan nama para aktor senior itu terseret dalam isu relasi casting ini, yang mana tidak ada hubungannya dengan saya. Saat itu saya juga merasa hancur. Saya bahkan sempat berpikir untuk mundur karena terlalu gugup. Sutradara Hwang Dong Hyuk dan saya menghabiskan banyak waktu untuk mendesain karakter Thanos, dan kepercayaan yang beliau berikan kepada saya adalah hal yang harus saya bayar. Hal ini mengantarkan saya kepada keputusan yang sulit," ungkap T.O.P kepada EYOP.
Tentang karakter Thanos
Thanos digambarkan sebagai seorang rapper gagal yang kecanduan narkoba dan rugi besar karena investasi kripto. Sedikit kilas balik, T.O.P sendiri pernah tersandung skandal marijuana yang membuatnya ditahan pada 2017 lalu.
"Tawaran untuk memerankan Thanos adalah proposisi yang menakutkan. Karakter tersebut mencerminkan masa lalu saya, merefleksikan aspek yang lebih ingin saya sembunyikan. Ketakutan untuk dikategorikan ke dalam satu peran membuat saya ragu. Namun, takdir tampaknya menarik saya ke arah ini," katanya.
Dalam wawancara bersama The Korea Times tersebut, T.O.P menjelaskan lebih lanjut soal karakter Thanos yang ia rancang berdasarkan riset yang cukup dalam. Ia mencari tahu bagaimana efek narkoba terhadap kondisi kesehatan pecandunya, mulai dari masalah gigi hingga kecemasan. Dirinya juga menambahkan detail cara berbicara Thanos yang merupakan seorang rapper.
"Ada jenis gaya rap di hip-hop selatan AS yang disebut 'mumble rap', sering dikaitkan dengan rapper yang menggunakan stimulan kuat. Saya mencoba menyalurkannya dalam cara Thanos menyampaikan dialognya," terangnya.
Alasan blokir fans yang ingin ia kembali ke BIGBANG
Sebelum mengumumkan hengkang pada 2023 lalu, T.O.P masih terlibat dalam single "Still Life" yang dirilis pada 2022. Namun, ia mengatakan bahwa itu adalah proyek terakhirnya bersama G-DRAGON, Taeyang, dan Daesung. Hal ini bukan ia lakukan karena tak mau lagi bermusik, tetapi ia tidak ingin mencoreng nama baik grupnya.
"Saya tidak ingin reputasi saya merusak reputasi grup," katanya kepada Korea JoongAng Daily.
Kepada EYOP, T.O.P mengungkap sudah lama ia tak bertukar kabar dengan tiga member BIGBANG. Ia merasa bersalah dan malu untuk mengabari rekan-rekannya tersebut. Hal ini juga yang mendasari tindakan memblokir akun-akun fans yang menginginkannya untuk kembali ke grup.
"Para penggemar masih mengharapkan reuni. Bukan karena saya marah, tetapi itu menyakitkan. Melihat tag foto-foto bersama member di media sosial sangat menyakitkan karena saya masih merasa bersalah dan berutang maaf kepada mereka seumur hidup. Memblokir mereka adalah sebuah kesalahan. Kapanpun saya melihat unggahan yang mengharapkan reuni atau foto bersama para member, saya merasa bersalah, seperti melihat sebuah foto keluarga yang berpisah dari saya. Kalau kalian bukan orang yang terlibat, kalian tidak akan memahami rasa sakitnya. Saya bertindak secara impulsif," beber T.O.P.
Sementara itu, T.O.P tetap aktif menciptakan musik baru di tengah masa hiatusnya. Ia memiliki rencana kembali sebagai musisi sesegera mungkin, dengan lagu-lagu yang ia deskripsikan dengan "periode tergelap" dalam hidupnya.
"Saya terasing dari masyarakat, terperangkap dalam rasa bersalah dan kebencian diri, berpindah-pindah antara rumah dan studio musik. Membuat musik memberi saya rasa lega dan menarik saya keluar dari kegelapan. Meskipun tanggal rilis belum ditetapkan, saya berencana untuk segera membagikan musik baru," ujar pelantun "Doom Dada" tersebut.
Siap menantikan kembalinya T.O.P sebagai musisi, Bela?