Garam merupakan salah satu kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh. Garam berfungsi menjaga keseimgangan cairan tubuh sehingga tubuh bebas dehidrasi, garam juga berperan dalam menunjang kerja saraf dan otot, menjaga keseimbangan elektrolit, meningkatkan kesehatan tiroid, dan menjaga keseimbangan mineral.
Apabila garam yang dikonsumsi masih dalam batas yang wajar maka kamu tak perlu khawatir soal tekanan darah lantaran masih stabil. Berbeda ketika kamu mengonsumsinya secara berlebihan, garam ini bisa menyebabkan hipertensi. Selain hipertensi, apa lagi yang terjadi pada tubuh apabila kamu mengonsumsi garam berlebihan?
1. Dehidrasi
Tidak hanya dialami oleh mereka yang kekurangan cairan tubuh lantaran tidak memenuhi asupan cairannya dengan optimal, dehidrasi bisa terjadi akibat konsumsi garam secara berlebihan. Di dalam garam terdapat senyawa natrium yang mampu menarik dan menahan air dalam tubuh.
Ketika kamu mengonsumsi makanan yang kaya kandungan garam, tubuh membutuhkan lebih banyak cairan dan apabila kebutuhan cairanmu tidak terpenuhi, maka tubuh berpotensi mengalami dehidrasi.
2. Meningkatkan resiko hipertensi
Seperti yang kamu tahu, salah satu penyebab hipertensi datang dari konsumsi garam secara berlebihan. Lantas, mengapa ini bisa terjadi? Kandungan natrium pada garam diketahui mampu menarik cairan masuk ke dalam pembuluh darah sehingga menyebabkan peningkatan volume darah pada tubuh. Hal tersebut kemudian membuat tekanan darah mengalami peningkatan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berakibat fatal dan memicu terjadinya penyakit jantung.
3. Mengganggu fungsi ginjal
Ginjal merupakan organ yang berfungsi menyaring darah dan membuang racun dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Tahukah kamu bahwa mengonsumsi garam secara berlebihan dapat mengganggu fungsi ginjal?
Asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan kadar natrium dalam tubuh, yang berpotensi mengganggu keseimbangan cairan dan tekanan darah. Jika kondisi ini tidak dikontrol, ginjal akan bekerja lebih keras, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat memicu kondisi lain, seperti edema.
4. Beresiko kanker lambung
Konsumsi garam berlebih juga bisa meningkatkan potensi kanker lambung. Ini terjadi lantaran kebiasaan tersebut bisa menyebabkan peradangan pada saluran cerna. Peradangan tersebut kemudian bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
5. Penipisan tulang
Konsumsi garam berlebih juga dipercaya bisa menyebabkan terjadinya penipisan tulang. Ini terjadi lantaran ada jenis garam yang diketahui bisa menyebabkan tulang kehilangan kalsium sehingga membuat tulang perlahan-lahan semakin lemah. Kondisi tersebut ketika tidak segera diatasi juga bisa meningkatkan resiko osteoporosis.