Satu hal yang tidak juga punah sejak dulu hingga sekarang adalah pemahaman bahwa kaum hawa tidak perlu sekolah tinggi karena ujung-ujungnya -sebagai istri dan ibu- mereka hanya akan melakukan tugas-tugas rumahan yang dianggap tidak membutuhkan ilmu-ilmu sekolahan.
Di era modern ini, para ‘wanita karier’ mematahkan persepsi tersebut dengan turut andil dalam kegiatan-kegiatan di luar ranah domestik. Lalu bagaimana jika kamu tidak tertarik menjadi bagian dari para ‘wanita karier’ tersebut karena ingin fokus dalam mengurus rumah tangga setelah menikah nanti? Apakah seperti anggapan orang kamu tidak perlu pendidikan tinggi? Jawabnya: Tidak! Kamu tetap sangat perlu pendidikan tinggi. Mengapa? Setidaknya karena 5 alasan berikut:
Lelaki cerdas dan bertanggungjawab dengan segudang pencapaian atau prestasi tentu merupakan sosok idaman para perempuan. Bagaimana tidak? Lelaki dengan kriteria tersebut sangat ideal untuk dijadikan pasangan hidup yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam kehidupan rumah tangga. Masalahnya, lelaki sehebat itu tidak begitu tertarik pada perempuan ‘biasa’. Bahkan meski perempuan ‘biasa’ tersebut memiliki rupa dan tubuh yang indah. Di mata mereka, perempuan sederhana yang cerdas jauh lebih memikat. Karena itu, Bela, jangan ragu untuk terus memperbaiki diri, termasuk dengan senantiasa menambah wawasan dan pengetahuan. Ingat, laki-laki hebat untuk perempuan hebat!
Ibu adalah ‘sekolah’ pertama dan utama bagi anak. Sebelum memasuki lembaga pendidikan formal maupun nonformal, anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dalam berbagai hal dari seorang ibu. Pun saat mereka telah duduk di bangku sekolah, ibu tetap merupakan ‘sekolah’ atau pendidik paling utama bagi mereka di rumah. Seorang pendidik tentu mesti memiliki pendidikan atau ilmu yang mumpuni untuk bisa dibagikan atau diajarkan. Demikian pula bagi seorang ibu. Bahkan tidak hanya dari segi intelektual, ibu juga dituntut untuk bisa menanamkan nilai-nilai emosional dan spiritual pada anak.
Dengan memilih menjadi ibu rumah tangga berarti harus siap bekerja dari pagi buta hingga malam gulita. Sebagai seorang istri, ibu, dan pengurus kehidupan rumah tangga, ibu rumah tangga harus bisa membagi waktu secara cerdas hingga semua tugas bisa terlaksana dengan baik. Sebagai ibu cerdas, ia bisa mendidik anak-anak dengan baik. Sebagai istri, ia bisa melayani dan memenuhi kebutuhan suami dengan baik. Pun sebagai penanggungjawab kehidupan rumah tangga, ia bisa melakukan tugas-tugas rumahan dengan baik pula.
Tidak hanya bagi keluarga, ibu rumah tangga yang cerdas juga bisa menebar beribu kebaikan kepada orang lain. Dengan bekal kecerdasan, keahlian, dan pengalaman, ada banyak hal yang bisa dilakukan ibu cerdas dalam membantu sesama. Misalnya mengajar anak-anak sekitar rumah bahkan para orangtua, mengambil peran penting dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, hingga menjadi pelopor gerakan bermanfaat seperti mengusung suatu kegiatan berbagi ilmu.
Nah, alasan terakhir mengapa kamu yang berkeinginan menjadi seorang ibu rumah tangga perlu berpendidikan tinggi adalah karena seorang ibu yang cerdas akan menjadi sosok yang membanggakan bagi suami dan anak. Suami mana yang tidak bangga memiliki istri yang bisa menjalankan tugasnya dengan sangat baik, bisa mendidik anak dengan cara yang cerdas, bisa berbagi kebaikan pada orang-orang, dan sebagainya. Begitu juga dengan sang anak, ketika si anak beranjak dewasa, ibunya juga bisa menjadi teman diskusi yang baik.
So, Bela sembari menunggu sosok hebatmu datang menjemput, jangan pernah bosan untuk hebatkan dirimu dengan meraih sebanyak-banyak ilmu.