Tutup
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
unfortunately

7 Pelajaran Berharga dari Film 'Komang' tentang Cinta dan Kehidupan

Cinta yang menang dari segalanya

Natasha Cecilia Anandita
Natasha Cecilia Anandita

Film Komang menyajikan kisah asmara yang manis sekaligus penuh tantangan antara dua anak muda, Raim Laode alias Ode (Kiesha Alvaro) dengan Komang Ade Widiandari (Aurora Ribero). Kisah keduanya berawal ketika mereka sama-sama menjalani kehidupan di kota Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Ode dikisahkan sebagai pemuda asli Buton yang memiliki minat di dunia stand-up
comedy dan musik, serta dikenal sebagai sosok yang taat agama. Sementara itu, Komang adalah perempuan dari keluarga transmigran asal Bali yang menetap di Baubau. Meski memiliki perbedaan, Ode tetap jatuh hati ketika bertemu dengan Komang hingga akhirnya menjalin kasih.

Namun, ada banyak rintangan yang harus dihadapi Ode dan Komang di tengah hubungan asmara mereka. Mulai dari Ode yang mengejar mimpinya di dunia stand-up comedy dan musik hingga munculnya orang ketiga yang punya keyakinan yang sama dengan Komang.

Film produksi Starvision ini menyajikan banyak pelajaran baik tentang cinta maupun kehidupan yang mungkin akan related dengan banyak orang. Berikut Popbela rangkum pelajaran yang bisa kamu dapatkan di film Komang.

1. Cinta di atas perbedaan

instagram.com/komangfilm

Komang dan Ode berasal dari latar belakang berbeda. Kiblat sembahyang mereka pun berbeda. Namun, hal tersebut tak menghalangi keduanya untuk jatuh cinta. Kepribadian satu sama lain yang unik, membuat mereka saling menyukai dan menjalin hubungan yang langgeng. Sayangnya, banyak rintangan yang harus dilalui keduanya.

Ibu Komang atau yang dipanggil Meme (Ayu Laksmi) tak merestui hubungan keduanya, ada Arya (Adzando Davema) pula yang tampak sebagai menantu idaman bagi Meme. Selain itu, Ode yang mengejar mimpi ke Jakarta pun menjadi tantangan tersendiri untuk hubungan mereka yang semakin terlihat tanpa keseriusan. Hal ini membuat Komang bimbang dan berpikir hubungan mereka tak ada ujung. 

Meski banyaknya rintangan yang menghadapi, ketika takdir dan cinta sudah memilih mereka bersama, keduanya pun berhasil mengatasi perbedaan tersebut. Menurut Raim Laode, pemilik kisah cinta yang diangkat dalam film ini, kisahnya bersama sang istri itu telah dicatat di Lauhul Mahfudz, dan dari semuanya, cintalah yang menang. Komang dan Ode menikah serta dikaruniai seorang anak. Meme bahkan amat menyayangi Ode seperti anaknya sendiri.

"Ini adalah cerita tentang dua insan yang jatuh cinta, dan kebetulan latar belakangnya berbeda. Namun, yang menang adalah cinta. Semoga film 'Komang' bisa menjadi hiburan keluarga saat Hari Raya Idulfitri di bioskop, dan merayakan cinta bersama orang-orang tersayang,” kata Raim Laode.

2. Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya

instagram.com/komangfilm

Seperti yang disebut sebelumnya, Meme sangat menentang hubungan Komang dengan Ode. Bukan tanpa sebab, Meme hanya ingin anak bungsunya itu bahagia. Ia tak ingin Komang mengalami nasib yang sama dengan kakaknya yang juga menikah dengan kekasihnya yang berbeda keyakinan. 

Bukannya bahagia, sang kakak justru lebih banyak ditinggal sang suami merantau. Meme juga tak tenang jika Komang bersama Ode dan lebih baik bersama Arya karena Meme takut dirinya tak ada yang menjaga dan mendoakan ketika ia meninggal dunia. Selain itu, Meme juga ingin Komang bahagia dan memiliki pasangan yang mapan. Ode sendiri masih merintis karier, dibandingkan Arya yang sudah memiliki pekerjaan tetap.

3. Cinta itu diperjuangkan

instagram.com/komangfilm

Hubungan beda agama memang tak ada ujungnya. Tapi, Ode dan Komang mempercayakan hubungan mereka pada takdir. Jika keduanya ditakdirkan bersatu, pasti ada jalannya. Sebagai manusia biasa, Komang sempat merasa ragu dengan Ode. Ia merasa tak ada keseriusan dari hubungan mereka, Ode yang merantau di Jakarta juga membuatnya merasa sosok Ode tak pernah ada untuknya.

Di sisi lain, Komang dilamar oleh Arya. Ini adalah kesempatan untuk membuat Meme bahagia, tapi cintanya masih untuk Ode. Kalau ingin bersama, keduanya harus melawan restu ibu dan juga Tuhan. Komang ingin sekali diyakini oleh Ode dan diperjuangkan.

Komang akhirnya berhasil mengutarakan perasaannya itu pada Ode. Raim Laode pun dipesankan, kalau jodoh itu dijemput bukan hanya didoakan. Akhirnya, sebelum Ode kembali lagi ke Jakarta, ia bertemu dengan Meme dan menyampaikan isi hatinya pada ibu Komang. Di sisi lain, selama ini Ode sendiri yang membelikan dupa untuk sembahyang ibu Komang yang tak diketahuinya selama ini. 

Hal tersebut memperlihatkan keseriusan Ode untuk bersama dengan Komang. Kepergiannya ke Jakarta pun karena ia sukses dan mapan sehingga bisa menghidupi Komang dengan baik. Jika dua orang sama-sama mau berjuang untuk cinta mereka, siapa tahu Tuhan dan semesta pun akan memperlancar mereka untuk bersatu.

4. Saling toleransi dan membantu

instagram.com/komangfilm

Meski menjalani hubungan berbeda agama, Komang dan Ode saling menghargai dan toleransi pada satu sama lain. Ode terlihat suka membantu Komang untuk mempersiapkan persembahan di hari-hari besar keyakinannya. Komang pun juga berhubungan akrab dengan keluarga Ode. Bagi Ode, agamamu agamamu, agamaku agamaku.

5. Komunikasi jadi kunci penting saat LDR

instagram.com/komangfilm

Komang dan Ode diperhadapkan dengan cinta dan mimpi. Ode harus pergi ke Jakarta untuk merintis karier, keduanya pun sepakat untuk mendukung karier satu sama lain dan saling mencintai. Komang pun hanya meminta Ode untuk selalu memberinya kabar.

Meski awalnya mulus, setelah Ode mulai sukses dan sibuk dengan karier stand-up comedy dan musiknya, keduanya jadi jarang memberi kabar. Kecemburuan mulai tampak saat satu sama lain mengunggah foto bersama orang lain di media sosialnya.

Ode mengatakan kalau pacaran itu tidak mengikat, kalau bertemu dengan yang lebih baik, Ode rela mereka berpisah. Kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi membuat mereka sempat putus. Untuk itu, kembali dipesankan kalau komunikasi adalah kunci penting sebuah hubungan terutama ketika menjalani hubungan jarak jauh.

6. Keluarga yang menjadi penyemangat

instagram.com/komangfilm

Ode memiliki keluarga yang hangat dan selalu menjadi penyemangatnya. Ibu dan ayah Ode memberikan banyak pesan kehidupan kepadanya sebelum meninggal, seperti hidup itu saling melengkapi, manusia ditakdirkan saling sayang antar sesama apapun keluarganya, serta, mengingatkan Ode untuk harus punya makmum yg seiman kalau kelak jadi imam. 

Tak hanya itu, Ode juga memiliki kakak yang selalu suportif. kakaknya, menjadi tempat cerita Ode dan berjanji berbagi tugas untuk berkarier dan menjaga orang tua di rumah. Maka itu, saat karier Ode sedang meroket di Jakarta dan diberi kabar ayahnya meninggal, ia baru menyadari, bahwa kebersamaan dengan keluarga itu lebih berharga dari apa pun juga.

7. Berani bermimpi tinggi, harus bisa bernyali tinggi

instagram.com/komangfilm

Film ini juga berpesan kalau punya mimpi yang tinggi, maka kamu juga harus memiliki nyali yang tinggi, seperti kata Komang untuk Ode. Saat Ode dilema antara tinggal di kampung halaman atau meneruskan karier di Jakarta, keluarga Ode dan Komang mendukungnya untuk tetap ke Jakarta. Mereka mengatakan kalau Tuhan nggak membawanya sejauh itu hanya untuk gagal. 

Kata Komang, semua orang punya perjuangan sendiri, mungkin ada orang-orang yang menemani kamu dalam perjuangan tersebut, tapi siapa pun nggak akan ada yang bisa untuk menggantikanmu berjalan karena itu adalah perjalanan dan perjuanganmu.

Itulah pelajaran yang bisa kamu dapatkan dari film Komang. Siapa yang sudah menontonnya?

IDN Channels

Latest from Dating