Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan kisah mengerikan dengan perilisan film Pabrik Gula. Film ini mengangkat cerita dari mitos dan hal mistis yang viral di thread media sosial X. Kejadian tersebut dialami oleh para buruh di sebuah pabrik gula tua yang telah lama terbengkalai.
Menghadirkan alur cerita yang penuh misteri, film Pabrik Gula merupakan hasil produksi MD Pictures yang digarap langsung oleh Awi Suryadi. Pada kali ini, tim Popbela berkesempatan berbincang langsung bersama tiga pemeran film Pabrik Gula yakni Erika Carlina, Ersya Aurelia, dan Wavi Zihan.
Para pemain menceritakan tantangan terbesar yang mereka dihadapi, bahkan ketiga pemain ini melakukan proses syuting di lokasi yang terasa begitu menyeramkan. Seperti apa, ya? Simak melalui artikel ini, yuk!
Erika Carlina ceritakan lokasi syuting yang terasa menyeramkan
Proses syuting film horor Pabrik Gula membawa pengalaman yang tak terlupakan bagi para pemainnya, termasuk Erika Carlina yang melakoni peran sebagai Naning.
Erika menceritakan bahwa salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi selama syuting tak hanya dari segi akting, saja. Melainkan juga dari lokasi syuting yang memiliki banyak mitos dan kisah mistis.
"Kalau aku, tantangannya lebih ke lokasi tempat syuting. Karena tempat lokasinya udah banyak banget yang tahu tentang mitosnya dan banyak yang udah pernah mengunjungi," ungkap Erika.
Menurut Erika, para pemain dan kru produksi pun telah mengetahui berbagai kisah legenda serta histori tempat syuting tersebut sebelum memulai syuting. Hal tersebut juga membuat suasana di lokasi terasa lebih mencekam dan penuh kewaspadaan.
“Kita tuh kalau udah sampai jam 3 pagi, saling ngobrol supaya nggak kebawa suasana di sana,” ujar Erika.
Erika juga menjelaskan, bahwa latar syuting yang begitu kental dengan cerita mistis. Bahkan, terdapat aturan yang harus dipatuhi oleh seluruh kru dan pemain. Mulai dari etika bertingkah laku, cara berbicara, hingga batasan waktu bekerja di lokasi.
Ersya Aurelia pelajari logat bahasa Jawa Timur dan gestur tubuh untuk mendalami peran
Tantangan besar selama proses syuting juga dialami oleh Ersya Aurelia. Dalam film Pabrik Gula, ia memainkan peran sebagai Endah. Aktris berusia 24 tahun ini, mengungkapkan tantangan yang ia hadapi selama syuting adalah mendalami logat bahasa Jawa Timur serta memahami gestur tubuh sebagai buruh pabrik.
Ersya juga menjelaskan, seluruh pemain diwajibkan untuk menggunakan logat bahasa Jawa Timur untuk membangun pendalaman karakter. Sebab, acting coach film Pabrik Gula adalah seseorang yang berasal dari Yogyakarta.
Selain bahasa, tantangan lainnya yang dihadapi Ersya adalah membangun gestur tubuh yang sesuai dengan perannya sebagai buruh pabrik. Hal ini cukup sulit baginya, karena sebagian besar pemain, berasal dari lingkungan perkotaan dan tidak terbiasa dengan gerakan serta kebiasaan yang dimiliki oleh pekerja pabrik di pedesaan.
“Karena, kita semua kan orang kota, gitu, yang memang dari lahir dan sudah besar di kota. Jadi, waktu itu jadi salah satu challenge. Dan tantangannya adalah untuk mencari gimana caranya membawa diri sebagai orang desa, pekerja buruh,” pungkas Ersya.
Meskipun penuh dengan tantangan, Ersya merasa pengalaman ini memberinya banyak pelajaran baru selama ia berkecimpung di industri film.
Wavi Zihan ungkapkan adegan tersulit yang dihadapi saat proses syuting
Wavi Zihan berperan sebagai Wati, menyatakan bahwa ada satu adegan yang sangat sulit dan berbahaya yang harus ia lakukan. Adegan ini merupakan salah satu momen paling menegangkan dalam film.
Dalam adegan tersebut, ia harus memerankan karakter yang kesurupan hingga jatuh dari ketinggian.
"Mungkin kalau dilihat dari trailernya itu ada salah satu adegan aku yang kesurupan. Itu jadi salah satu hal menantang bagi aku, dan memerlukan banyak persiapan," ujar Wavi.
Tak hanya dirinya, pemeran lainnya juga terlibat dalam adegan tersebut, yang semakin membuat proses syuting lebih menantang. Selain harus menampilkan ekspresi dan gestur yang meyakinkan sebagai seseorang yang sedang kerasukan. Ia juga harus memastikan adegan tersebut dan pentingnya memperhatikan keselamatan.
“Ketika berada di set aku sangat dibantu dengan crew, tim lainnya, dan mas Awi. Jadi, baiknya seperti apa sudah didiskusikan terlebih dahulu sampai akhirnya semua proses scene aku berjalan dengan lancar,” jelas Wavi.
Itulah tantangan yang dirasakan oleh para pemain film Pabrik Gula selama proses syuting. Film ini akan segera tayang menjelang Hari Lebaran 2025.
Dengan totalitas para pemain untuk mendalami peran, Pabrik Gula menjadi salah satu film horor yang layak ditunggu.
Kita nantikan perilisan tanggal film ini ya, Bela!