Selamatan untuk orang meninggal dunia masih menjadi tradisi masyarakat Jawa yang terus dilestarikan sampai sekarang. Pada waktu-waktu tertentu, keluarga akan menyelenggarakan doa bersama untuk yang sudah tiada.
Oleh karena berkaitan dengan tradisi, maka cara perhitungannya pun masih menggunakan penanggalan Jawa. Lalu, seperti apa cara menghitung 1000 hari orang meninggal yang benar? Simak dalam artikel berikut, ya.
1. Cara menghitung 1000 hari orang meninggal
Cara menghitung 1000 hari orang meninggal memang sedikit rumit karena bukan hanya menggunakan penanggalan Masehi. Rumus dasar yang digunakan untuk menghitung tersebut adalah dengan memperhatikan dua elemen penting, yakni hari (dina) dan pasaran.
Hari yang dimaksud sama seperti dalam kalender Masehi, yakni Senin, Selasa, Rabu, dan seterusnya. Sedangkan pasaran terdiri dari Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Caranya adalah dengan menggunakan konsep nemsarma, yakni menghitung hari ke-6 dan pasaran ke-5 dari hari dan pasaran kematian.
Contohnya, jika seseorang meninggal pada Minggu Pahing, maka 1000 harinya akan jatuh pada Jumat Wage. Sebab, 6 hari setelah sabtu adalah Jumat, sedangkan pasaran ke-5 setelah Pahing adalah Wage.
Namun untuk menentukan tanggal pastinya, kamu perlu melakukan perhitungan dengan melihat jumlah hari di setiap bulan dan tahunnya. Setiap 1 tahun masehi terdapat 365 hari. Maka, perhitungan 1000 harinya adalah dengan menambahkan 2 tahun dan sekitar 9 bulan bulan. Setelah itu, sesuaikan dengan hari dan pasarannya.
2. Rumus menghitung 1000 hari orang meninggal
Supaya kamu tidak kebingungan, ada rumus praktis untuk menentukan 1000 hari orang meninggal berikut ini.
Hitungan Hari
- Jika meninggal di hari Minggu, 1000 harinya akan jatuh pada hari Jumat
- Jika meninggal di hari Senin, 1000 harinya akan jatuh pada hari Sabtu
- Jika meninggal di hari Selasa, 1000 harinya akan jatuh pada hari Minggu
- Jika meninggal di hari Rabu, 1000 harinya akan jatuh pada hari Senin
- Jika meninggal di hari Kamis, 1000 harinya akan jatuh pada hari Selasa
- Jika meninggal di hari Jumat, 1000 harinya akan jatuh pada hari Rabu
- Jika meninggal di hari Sabtu, 1000 harinya akan jatuh pada hari Kamis
Hitungan Pasaran
- Jika meninggal saat pasaran Wage, 1000 harinya jatuh di pasaran Pon
- Jika meninggal saat pasaran Kliwon, 1000 harinya jatuh di pasaran Wage
- Jika meninggal saat pasaran Legi, 1000 harinya jatuh di pasaran Kliwon
- Jika meninggal saat pasaran Pahing, 1000 harinya jatuh di pasaran Legi
- Jika meninggal saat pasaran Pon, 1000 harinya jatuh di pasaran Pahing
3. Perhitungan 1000 hari orang meninggal dengan kalender Masehi
Berbeda dengan perhitungan menggunakan penanggalan Jawa di atas, kamu juga bisa menghitung manual. Caranya adalah dengan melihat jumlah hari setiap tahunnya.
Cara menghitung 1000 hari orang meninggal dengan kalender Masehi itu bisa dilakukan dengan cara berikut ini.
- Hitung jumlah hari selama 2 tahun penuh dari tanggal kematian (365x2: 730 hari untuk tahun biasa atau 365+366: 731 hari jika tahun kabisat).
- Setelah itu, tambahkan 270 hari (kurang lebih 9 bulan) atau sampai total harinya 1000. Tambahkan sisa hari jika diperlukan.
Sebagai contoh, jika seseorang meninggal pada 1 Januari 2025, maka perhitungannya:
- 1 Januari 2025 - 31 Desember 2026 (730 hari)
- Tambah 270 hari: 1 Januari 2027 - 27 September 2027
Maka dari itu, 1000 hari dari tanggal 1 Januari 2025 adalah tanggal 27 September 2027. Tanggal tersebut bisa berbeda dengan perhitungan menggunakan kalender Jawa. Sebab, kamu perlu menyesuaikan hari kematian dengan konsep nemsarma di atas.
Demikian cara menghitung 1000 hari orang meninggal yang bisa kamu gunakan. Dengan perhitungan di atas, kamu bisa menentukan tanggal selamatan untuk keluarga atau saudara yang meninggal dunia. Semoga membantu!